When you’re at your lowest
Betapa tak menyenangkan situasi begini. Saat kau merasa berada di dasar yang paling bawah. Saat kau merasa hancur lebur di dalam dan luluh lantak tak bertenaga, sementara orang lain melihatmu baik-baik saja. Saat kau tak ingin melakukan apa-apa dan hanya ingin berdiam dalam gelap. Saat kau merasa sedih sekali, saat kau ingin menangis tapi tak setetes air mata bisa keluar dari kedua matamu. Saat dadamu sesak, tapi tidak tahu bagaimana melegakannya.
Saat kau merasa sendirian dan kesepian, saat kau merasa orang-orang yang kau percayai menjauh dan menghilang. Saat kau merasa ditinggalkan, diabaikan, tak dianggap, disakiti, dan dizalimi. Saat kau hanya dicari pada saat dibutuhkan, tapi kau ditinggalkan pada saat kau membutuhkan. Saat kebaikanmu tak berarti apa-apa dan begitu mudah dilupakan. Saat kau mencari kebahagiaan lain, sementara di saat yang sama orang lain melihatmu sebaliknya sebagai orang yang paling berlimpah kebahagiaan. Saat kau yang menunggu sinar terang di ujung lorong jalan, yang kau tidak tahu kapan waktu itu akan datang.
Saat kau bersusah payah mengumpulkan kembali hal-hal positif, kebahagiaan, keceriaan, kegembiraan yang sempat hilang berserakan dan tercecer entah kemana. Saat kau menghitung keberuntungan dan berkah dari-Nya dan bersyukur atas apapun yang Dia telah berikan, baik yang baik maupun yang buruk. Saat kau mencoba berterima kasih pada segelintir orang-orang terdekat yang tanpa keluh kesah dan tulus hati mendampingimu terus-menerus. Saat kau berusaha tegar di hadapan mereka di saat mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya berkecamuk di dalam hatimu.
Saat kau mencoba memahami bahwa kebahagianmu adalah tanggung jawabmu sendiri. Saat kau mencari celah-celah yang mampu membuatmu tersenyum. Saat kamu melihat hal-hal kecil dan sederhana yang mampu memberi arti bagi hidupmu. Saat kau mendapatkan kembali sentuhan kasih sayang yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Saat kau merasakan kebahagiaan luar biasa yang melegakan. Saat semua kerinduan terbayar kembali. Saat kau berhasil diyakinkan bahwa kau dicintai dan disayangi, dibutuhkan dan diiinginkan. Saat kau menyadari betapa kamu berarti dan bernilai untuk orang lain. Saat sakit hati telah terbayar dan terobati sudah.
introspeksi, kehidupan, lagi sedih |Leave a Reply